Kedua penulis muda berbakat tersebut merupakan kakak kelas saya di PP. Bahrul Ulum dan menempuh lintas pendidikan di MAN Tambakberas Jombang. Usai acara dibuka oleh sambutan panitia dan pengasuh, bedah novel yang merupakan rangkaian dari acara Mentoring yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Alumni Bahrul Ulum (Himabu) ini, segera diambil alih oleh saya selaku moderator.
Minggu, 09 Oktober 2011
Keriangan dalam Bedah Novel Ning Aisya
Kedua penulis muda berbakat tersebut merupakan kakak kelas saya di PP. Bahrul Ulum dan menempuh lintas pendidikan di MAN Tambakberas Jombang. Usai acara dibuka oleh sambutan panitia dan pengasuh, bedah novel yang merupakan rangkaian dari acara Mentoring yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Alumni Bahrul Ulum (Himabu) ini, segera diambil alih oleh saya selaku moderator.
Penyair dan Keruntuhan Sejarah
Faisal Kamandobat
Sejauh mana sosok manusia bernama penyair mampu mengada dalam sejarah? Filsuf metafisika Martin Heidegger (1971) menyebut puisi sebagai media terbaik bagi manusia untuk mengada (becoming), karena puisi memiliki karakteristik yang mampu memberi kepenuhan makna dalam kesadaran manusia.
Pendapat filsuf metafisika tersebut mesti didukung oleh penjelasan sosio-antropologis untuk mengetahui posisi dan peran penyair secara lebih konkret. Terdapat suatu masa dimana keberadaan masyarakat bergantung pada posisi dan peran para penyair, sehingga puisi menjadi teks yang memberi status ontologis bagi masyarakat tersebut. Namun juga terdapat fase dimana masyarakat menggantungkan status ontologisnya pada selain yang bukan puisi, dan sosok penyair pun menjadi figur pinggiran yang meski pun dipuja namun belum cukup didengar oleh publik.
Sejauh mana sosok manusia bernama penyair mampu mengada dalam sejarah? Filsuf metafisika Martin Heidegger (1971) menyebut puisi sebagai media terbaik bagi manusia untuk mengada (becoming), karena puisi memiliki karakteristik yang mampu memberi kepenuhan makna dalam kesadaran manusia.
Pendapat filsuf metafisika tersebut mesti didukung oleh penjelasan sosio-antropologis untuk mengetahui posisi dan peran penyair secara lebih konkret. Terdapat suatu masa dimana keberadaan masyarakat bergantung pada posisi dan peran para penyair, sehingga puisi menjadi teks yang memberi status ontologis bagi masyarakat tersebut. Namun juga terdapat fase dimana masyarakat menggantungkan status ontologisnya pada selain yang bukan puisi, dan sosok penyair pun menjadi figur pinggiran yang meski pun dipuja namun belum cukup didengar oleh publik.
Gus Dur sebagai Kata Kerja
Muhammad Al-Fayyadl
Memang mudah meraba denyut kehilangan itu setelah setahun lebih kepergiannya. Di Ciganjur, tepat di peringatan haulnya, ratusan orang berkumpul dan mengadakan berbagai acara hingga dua hari suntuk, dari diskusi serius, obrolan ringan, hingga panggung seni, untuk mengenangnya—seakan dia pergi untuk dimeriahkan, tidak untuk diratapi. Tapi, tetap, meski orang-orang tertawa (mereka mungkin mengenang lagi kejenakaan dan humor-humor cadasnya), atau sekadar bercanda kecil di tengah reriuhan acara, ada tanda tanya menggantung, yang tak terjawab: ada apa pasca-Gus Dur?
Memang mudah meraba denyut kehilangan itu setelah setahun lebih kepergiannya. Di Ciganjur, tepat di peringatan haulnya, ratusan orang berkumpul dan mengadakan berbagai acara hingga dua hari suntuk, dari diskusi serius, obrolan ringan, hingga panggung seni, untuk mengenangnya—seakan dia pergi untuk dimeriahkan, tidak untuk diratapi. Tapi, tetap, meski orang-orang tertawa (mereka mungkin mengenang lagi kejenakaan dan humor-humor cadasnya), atau sekadar bercanda kecil di tengah reriuhan acara, ada tanda tanya menggantung, yang tak terjawab: ada apa pasca-Gus Dur?
Tirani Kapital dalam Pendidikan
Judul: Tirani Kapital dalam Pendidikan: Menolak UU Badan Hukum Pendidikan
Penulis: Darmaningtyas, Edi Subkhan, dan I Fahmi-Panimbang
Tebal Buku: xxix+412 halaman
Penerbit: Damar Press dan Pustaka Yashiba (Jakarta)
Tahun Terbit: Januari 2009
Puisi dan Agama
Oleh: Zacky Chaerul Umam
Dunia sastra Indonesia patut berapresiasi. Sastrawan Arab yang juga pemikir Arab, Ali Ahmad Sa'id (akrab dipanggil Adonis), memberikan ceramah di Jakarta dan Yogyakarta, hingga Kamis esok. Di Salihara dan Utan Kayu, Adonis sudah memberikan beberapa aspek pemikirannya tentang "kebenaran puisi dan kebenaran agama". Sebetulnya tak saja kalangan sastrawan atau peminat seni dan sastra yang datang antusias mendengarkan langsung karya dan pemikiran dari sang penulis langsung. Karena ia mengkritik cara beragama, tentu saja kalangan agamawan dan masyarakat umum relevan dengan ceramahnya.
Dunia sastra Indonesia patut berapresiasi. Sastrawan Arab yang juga pemikir Arab, Ali Ahmad Sa'id (akrab dipanggil Adonis), memberikan ceramah di Jakarta dan Yogyakarta, hingga Kamis esok. Di Salihara dan Utan Kayu, Adonis sudah memberikan beberapa aspek pemikirannya tentang "kebenaran puisi dan kebenaran agama". Sebetulnya tak saja kalangan sastrawan atau peminat seni dan sastra yang datang antusias mendengarkan langsung karya dan pemikiran dari sang penulis langsung. Karena ia mengkritik cara beragama, tentu saja kalangan agamawan dan masyarakat umum relevan dengan ceramahnya.
Masjid Kotagede: Saksi Bisu Berdirinya Kesultanan Mataram
Bangunan joglo yang besar nan kokoh itu terlihat sepi tanpa terlihat aktivitas manusia apapun. Biasanya bangunan ini ramai dikunjungi karena banyak yang memercayainya sebagai pembawa berkah. Masjid Besar Mataram Kota Gede begitulah masyarakat Yogyakarta mengenalnya.
Masjid tersebut merupakan salah satu benda cagar budaya Yogyakarta yang ternyata merupakan cikal bakal Kerajaan Mataram Islam dan saksi pecahnya Keraton Yogyakarta dan Surakarta. Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta bagian Puroluyo Mas Bekel Hastano menjelaskan bangunan ini didirikan 1579 oleh Ki Ageng Pemanahan, orang yang diberi hadiah Hutan Mentaok oleh Kanjeng Sultan Hadiwijaya atau Joko Tingkir karena berhasil membunuh Arya Penangsang.
Kesehatan: Deteksi Penyakit Lewat Warna dan Bau Urin

Warna dan bau tertentu pada urin bisa menjadi tanda-tanda sejumlah penyakit, mulai dari infeksi sampai kanker.
Analisis terhadap urin untuk mengetahui kondisi kesehatan dilakukan lewat proses yang disebut "urinalisis". Proses tersebut dilakukan untuk mengetahui zat-zat yang terkandung dalam urin. Itulah sebabnya dokter kerap meminta pasien melakukan tes urin meski pasien tidak memiliki keluhan yang berkaitan dengan urin. Lewat urin, dokter dapat mengetahui berbagai hal yang terjadi di dalam tubuh.
Warna dan bau tertentu pada urin bisa menjadi tanda-tanda sejumlah penyakit, mulai dari infeksi sampai kanker.
Analisis terhadap urin untuk mengetahui kondisi kesehatan dilakukan lewat proses yang disebut "urinalisis". Proses tersebut dilakukan untuk mengetahui zat-zat yang terkandung dalam urin. Itulah sebabnya dokter kerap meminta pasien melakukan tes urin meski pasien tidak memiliki keluhan yang berkaitan dengan urin. Lewat urin, dokter dapat mengetahui berbagai hal yang terjadi di dalam tubuh.
Iptek: India Kembangkan Komputer Tablet 35 Dolar
Untuk tahap awal, komputer yang dinamai Aakash, yang berarti langit, ini akan diproduksi sebanyak 100.000 unit. Baru pada beberapa bulan kemudian jumlah ketersediaan perangkat akan ditingkatkan menjadi jutaan unit.
Jerussalem: Puisi Penyair Palestina, Nizar Qabbani
Jerussalem
Aku menangis sampai air mataku kering
Aku berdoa sampai lilin berkedip-kedip
Aku berlutut sampai lantai berderit
Aku bertanya tentang Muhammad dan Kristus
Oh Yerusalem, aroma nabi
Jalur terpendek antara bumi dan langit
Oh Yerusalem, benteng hukum
Seorang anak yang indah dengan jari hangus
dan mata putus asa
Langganan:
Postingan (Atom)
Setetes Makna
Tanpa keberanian, engkau hanyalah ternak...
-- Pramoedya Ananta Toer
-- Pramoedya Ananta Toer




