Pada Malam hari, tugu jogja akan selalu dipenuhi anak-anak muda baik dari jogja maupun kota-kota lainnya. Di sana mereka mengambil foto, bersenda gurau, atau bermain sepeda. Tugu Jogja telah menjadi ikon kota ini sehingga orang-orang selalu mengaitkan diri dengan Jogja melalui tugu tersebut.
Aku sering lewat di tugu Jogja tapi belum pernah foto di sana. Paling aku hanya diduk di sana sambil merokok melihat anak-anak muda urban lagi pada mengambil foto. Rasanya mereka begitu ceria dan indah serta mempesona. Kalau saja aku bisa seperti mereka, dengan baju bagus dan percaya diri berfoto di sana.
Aku pun jadi ingat dulu tugu Jogja begitu sepi. Orang-orang malas ke tugu atau malu. Mungkin karena jaman itu kamera amsih merupakan barang mewah. Sementara sekarang sudah kayak tusuk gigi atau korek bagi setiap orang. Kalau udah begitu, aku berusaha mengenenal jogja sebagai ikon kota Jogja dengan sejarah dan buaday anak mudanya lebih dari sekedar Tugu Jogja
Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan
Selasa, 02 September 2014
Sabtu, 15 Oktober 2011
Humor: Tragedi dan Komedi Menurut Ibn Rusyd
Ibn Rusyd adalah filsuf Islam dari Andalusia yang dikenal sebagai komentator karya-karya filsuf Yunani Kuno, Aristoteles. Popularitas Ibn Rusyd sebagai ahli Aristoteles dapat ditemukan jejaknya pada pemikiran Islam klasik dan modern, serta pemikiran Barat Abad Pertengahan dan bahkan modern, dengan nama Averroes.
Setiap hari, Ibn Rusyd menghabiskan waktunya di perpustakaan pribadinya di dekat pusat kota Granada, Spanyol. Dari jendela perpustakaanya, Ibn Rusyd dapat melihat pasar kota yang selalu ramai oleh pedagang dan pembeli. Maklum, Granada adalah salah satu kota yang penting pada Abad Pertengahan.
Jumat, 14 Oktober 2011
Kamis, 13 Oktober 2011
Rabu, 12 Oktober 2011
Humor: Repotnya Menguburkan Stalin
Ketika Stalin mati, para pembesar Uni Sovyet berunding tentang tempat di mana mayatnya mesti dikuburkan. Stalin adalah seorang kepala negara yang membuat Uni Sovyet menjadi negara besar yang disegani di era Perang Dingin. Namun masalahnya, ia juga dikenal sebagai diktator yang kejam terhadap siapa pun yang mencoba menentangnya. Kekejamannya lebih mencekam dibanding diktator yang berkuasa sebelum Stalin, yaitu Vladimir Lenin, yang telah dikuburkan di sebuah meusolium negara itu.
Senin, 10 Oktober 2011
Humor: Sopir dan Kondektur Masuk Surga Duluan
Pada hari Kebangkitan umat manusia akan diputuskan masuk surga atau neraka sesuai amalnya masing-masing. Para ahli maksiat pesimis bisa masuk surga, sedang orang-orang shalih merasa senang mengingat amal baiknya selama hidup di dunia.
Di depan pintu surga, malaikat menghitung amal para calon ahli surga. Untuk memudahkan prosedur, ia memulai penghitungan dengan mendahulukan orang-orang yang dianggap amal baiknya paling banyak agar tidak menimbulkan antrean panjang.
Di depan pintu surga, malaikat menghitung amal para calon ahli surga. Untuk memudahkan prosedur, ia memulai penghitungan dengan mendahulukan orang-orang yang dianggap amal baiknya paling banyak agar tidak menimbulkan antrean panjang.
Doa Yang Terkabul
Seorang pemuda pengangguran dijauhi gadis-gadis karena ia miskin. Sampai usia menikah, nasibnya belum berubah. Ia pun merasa putus asa dan mengeluh kepada Tuhan dengan berdoa,
“Ya Allah, penuhilah isi kantong saya dengan uang dan bikinlah para gadis mengerubungiku”
Benar, doa pemuda itu segera terkabul: ia mendapat pekerjaan sebagai kondektur bus.
Sumber: nu.or.id
“Ya Allah, penuhilah isi kantong saya dengan uang dan bikinlah para gadis mengerubungiku”
Benar, doa pemuda itu segera terkabul: ia mendapat pekerjaan sebagai kondektur bus.
Sumber: nu.or.id
Minggu, 09 Oktober 2011
Humor: Gus Dur dan 10 Ekor Anjingnya
Waktu belajar di Irak, Gus Dur bersepuluh temannya yang berasal dari Indonesia menyewa sebuah rumah besar. Untuk menghemat biaya, mereka juga bergiliran memasak, dan ketika tiba giliran Gus Dur untuk memasak menu yang disajikan selalu istimewa berupa sup kepala ikan.Gus Dur mendapatkan kepala ikan itu dari sebuah kafe di tepi sungai Tigris, tempat dimana Gus Dur biasa menghabiskan waktu untuk berdiskusi dengan para cerdik pandai di Irak. Gus Dur melihat di kafe itu kepala ikan dibuang atau djadikan makanan anjing. Gus Dur pun memita kepala ikan itu untuk dibawa pulang.
Suatu ketika duta besar indonesia di Irak ketika itu hendak berkujung ke asrama para mahasiswa. Mereka pun berunding tentang makanan yang hendak disajikan, dan salah satu menu yang disepakati adalah makanan yang biasa dimasak oleh Gus Dur, yakni sup kepala ikan. Seorang mahasiswa bertanya kepada Gus Dur,
"Gus, di mana kamu mendapakan kepala ikan itu?"
Sabtu, 08 Oktober 2011
HUMOR GUS DUR (2)
Keputusan Rapat
Saat masih berada di bangku sekolah, Gus Dur memang terkenal sebagai anak yang usil bin jail.
Pernah suatu kali dia berusaha mengerjai guru Bahasa Inggrisnya, dengan seember air, yang digantung di pintu kamar mandi di sekolahnya. Karuan saja, saat sang guru hendak membuka pintu, "Byuur!" basah kuyuplah sang guru asal Batak tersebut.
Namun ketika sang guru bertanya, "Siapa yang punya ide untuk menaruh ember itu di situ?"
Sambil menahan tawa Gus Dur menjawab, "Awalnya memang saya yang punya ide Bu. Tetapi kemudian sudah menjadi keputusan rapat." (rhs)
Rabu, 05 Oktober 2011
Humor: Tragedi Antirokok di Pesantren
Tragedi Antirokok di Pesantren Tambak Beras
Nyaris separuh hidup KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dihabiskan di lingkungan pondok pesantren (Ponpes).
Beragam pengalaman dan kisah lucu terkait kehidupan di Ponpes dikoleksi Gus Dur. Kiai yang pernah nyantri di Ponpes Tambak Beras ini, punya pengalaman kocak terkait aturan pelarangan merokok di lingkungan Ponpes asuhan Kiai Fattah tersebut.
Namanya santri, tentunya ada juga yang bengal alias nakal. Mereka ada yang nekat melanggar peraturan tersebut. Suatu malam, dibeberkan Gus Dur, saat listrik di pesantren itu padam, tiga orang temannya jalan-jalan santai di lingkungan Ponpes. Alasannya, sih ingin menghirup udara segar. Nah, saat jalan-jalan, tampak dari kejauhan ada seseorang yang tengah duduk santai sambil merokok.
Beragam pengalaman dan kisah lucu terkait kehidupan di Ponpes dikoleksi Gus Dur. Kiai yang pernah nyantri di Ponpes Tambak Beras ini, punya pengalaman kocak terkait aturan pelarangan merokok di lingkungan Ponpes asuhan Kiai Fattah tersebut.
Namanya santri, tentunya ada juga yang bengal alias nakal. Mereka ada yang nekat melanggar peraturan tersebut. Suatu malam, dibeberkan Gus Dur, saat listrik di pesantren itu padam, tiga orang temannya jalan-jalan santai di lingkungan Ponpes. Alasannya, sih ingin menghirup udara segar. Nah, saat jalan-jalan, tampak dari kejauhan ada seseorang yang tengah duduk santai sambil merokok.
Langganan:
Postingan (Atom)
Setetes Makna
Tanpa keberanian, engkau hanyalah ternak...
-- Pramoedya Ananta Toer
-- Pramoedya Ananta Toer






